Kamis, 17 Februari 2011

1. Anda memiliki sebuah tubuh
Saat tiba di Bumi ini, kita diberi sebuah "tubuh".
Tubuh yang diberikan akan menjadi milik kita sepanjang masa kita berada disini. Cintailah atau bencilah dia, terimalah atau tolaklah, bagaimanapun juga tubuh itulah satu satunya yang akan bersama kita dalam masa hidup sekarang.Ia telah bersama sejak saat kita menghirup napas pertama sampai dengan detak jantung terakhir.
Bagi banyak orang, tubuh mereka adalah sasaran penilaian mereka yang paling keras dan juga barometer untuk mengukur nilai kesempurnaan diri mereka sendiri. Mereka mengukur diri dengan patokan yang sulit dicapai dan memaki diri mereka sendiri karena tidak memenuhi patokan kesempurnaan.bila masih ada sebagian kecil diri anda yang percaya bahwa Anda akan lebih bahagia bila "bertubuh langsing, berwajah cantik, berwajah ganteng, lebih tinggi,lebih kokoh, atau perubahan perubahan fisik lainnya yang menurut anda akan seperti sulap mengubah kehidupan anda menjadi lebih baik, maka anda perlu mengambil waktu untuk mempelajari makna penerimaan yang sesungguhnya.
Penerimaan adalah tindakan menerima apa yang disajikan kehidupan kepada anda dengan sikap yang baik.

2.Pelajaran Akan disajikan kepada anda

Anda sudah terdaftar pada sekolah informal yang disebut "kehidupan". Setiap hari anda akan memperoleh kesempatan untuk memetik pelajaran dalam sekolah ini. Anda bisa menyukai atau membenci pelajaran pelajaran itu, tetapi ini sudah dirancangnya sebagai bagian dari kurikulum Anda.

Mengapa anda ada disini? Apa tujuan Anda? Manusia sudah sejak lama berusaha mencari makna hidup. Namun yang sering dilupakan dalam menelusuri pencarian panjang ini adalah bahwa jawabannya tidak hanya satu. Makna kehidupan bagi masing masing individu berbeda beda. Setiap orang mempunyai tujuan sendiri dan jalan tertentu yang berbeda, yang unik dan terpisah dari tujuan dan jalan orang lain.
Sementara anda menapaki jalan hidup anda, berbagai pelajaran akan disajikan kepada anda yang perlu anda pelajari demi memenuhi tujuan anda. Pelajaran pelajaran yang dihadapkan kepada anda adalah spesifik bagi anda. Mempelajarinya adalah kunci penemuan dan pemenuhan makna hidup anda sendiri.

Sementara anda menjalani kehidupan anda, Anda mungkin akan menemui pelajaran
pelajaran penuh tantangan yang tidak dihadapi orang lain, sementara orang lain menghabiskan waktu bertahun tahun dengan berjuang melawan tantangan yang tidak anda alami
Anda tidak pernah tahu mengapa anda dianugrahi perkawinan yang bahagia, sementara teman teman anda tersiksa oleh percekcokan pahit dan perceraian menyakitkan, sama juga seperti anda tidak tahu pasti mengapa anda harus berjuang dalam bidang keuangan sementara teman teman anda menikmati harta berlimpah.
Satu satunya hal yang bisa anda pastikan adalah bahwa anda akan dihadapkan dengan semua pelajaran yang anda khususnya harus pelajari; Apakah anda memilih untuk belajar atau tidak, terserah sepenuhnya kepada anda.

Bila anda sanggup menangani tantangan ini, anda bisa mengungkap misteri tujuan hidup anda dan benar benar menghidupinya. Anda tidak lagi menjadi menjadi korban nasib atau keadaan dan menjadi kuat -- kehidupan tidak lagi sekedar"terjadi begitu saja". Bila anda berupaya menuju pemenuhan tujuan anda yang sesungguhnya, Anda akan menemukan karunia karunia hebat dalam diri anda yang mungkin belum pernah anda sadari bahwa anda memilikinya.
Proses ini tidak lah mudah, tetapi hasilnya sangat sepadan dan sebagai imbalan bagi perjuangannya.



3.TIDAK ADA KESALAHAN YANG ADA HANYA PELAJARAN

Daripada memandang kesalahan kesalahan sebagai kegagalan sebaiknya anda memandang sebagai kesempatan untuk belajar. Sepeti yang dikatakn oleh Emerson, "setiap malapetaka merupakan pemacu dan petunjuk yang berharga."
Setiap situasi yang tidak berhasil ditangani sesuai harapan, adalah sesuatu kesempatan untuk belajar "reaksi" tentang pikiran dan tingkah laku kita sendiri.

Bila anda memikirkan semua penderitaan hidup- kekecewaan,luka hati,kehilangan, dan semua malapetaka yang mungkin diderita -- dan mengalihkan pandangan anda untuk melihatnya sebagai kesempatan untuk belajar dan tumbuh, maka anda memberdayakan diri anda sendiri.
Anda bisa mengendalikan kehidupan anda dan menghadapi tantangannya daripada merasa kalah, menjadi korban, atau hanyut terkatung katung.


4. Sebuah pelajaran diulang terus sampai anda menguasainya
Pelajaran-pelajaran akan berulang kali dihadapkan kepada kita dalam 
berbagai bentuk sampai kita menguasainya.
 
Kita akan selalu menarik pelajaran yang sama ke dalam hidup kita, Kita juga akan menarik kepada diri kita guru-guru untuk mengajari kita pelajaran yang sama sampai kita menguasainya.
Satu-satunya jalan kita bisa membebaskan diri dari pola dan perkara yang sulit yang cenderung kita ulang-ulang,adalah dengan mengalihkan sudut pandang kita sehingga kita bisa mengenali pola-polanya dan pelajaran yang terkandung didalamnya. Mungkin kita akan mencoba menghindari situasi situasi itu, tetapi akhirnya situasi itu akan mengejar kita.


5.Belajar Tidak Pernah Selesai

"Tidak ada bagian dari kehidupan yang tidak mengandung pelajaran.
Kalau anda hidup, maka pasti ada pelajaranyang harus ditimba".

Kita akan selalu mendapat pelajaran baru.Kita akan lega bila akhirnya memahami bahwa kita tidak pernah sepenuhnya bisa menguasai kehidupan.Hal terbaik yang bisa anda lakukan adalah berusaha menguasai proses pengalaman hidup kita. Kehidupan adalah sekolah sepanjang waktu dan kita tidak pernah benar benar lulus, jadi proses belajarnyalah yang memberi makna sesungguhnya pada keberadaan kita dalam kehidupan ini. Yakinkan ego kita bahwa menjadi siswa kehidupan bukan membuat kita menjadi bernilai rendah.
Bahkan menjadi siswa justeru membuka banyak kemungkinan yang tidak tampak bagi orang lain yang tidak bersedia menerima peran ini.


6."Disana" tidak lebih baik daripada "disini"

Banyak orang percaya mereka akan lebih bahagia saat mereka sudah mencapai suatu tujuan tertentu yang sudah mereka tetapkan bagi diri mereka sendiri.Bagi sementara orang tujuannya adalah mengumpulkan jutaan rupiah, bagi orang lain adalah menghilangkan lima kilogram berat badan yang menjengkelkan, dan bagi orang lain lagi adalah menemukan pasangan jiwa. Bisa juga memperoleh pekerjaan yang lebih baik, mengemudikan mobil yang bagus atau meniti karir impian.
Namun, lebih sering terjadi bahwa begitu sampai "disana"..Kita merasa tidak puas, dan mengalihkan visi kita tentang "disana" ke suatu titik lain lagi dimasa depan.Dengan selalu mengejar "disana" kita tidak pernah benar benar menghargai apa yang sudah kita miliki "disini". Ingatlah situasi dimana anda mengatakan ," saya akan bahagia kalau..." lalu tanyakan kepada diri sendiri, "apakah benar saya lebih bahagia andai saya sampai "disana...?"
Mungkin untuk sejenak saja, tetapi hasrat yang sama muncul lagi, dan anda harus berangkat memulai suatu pencarian baru lagi.

Dengan terus menerus melibatkan diri dalam siklus hasrat, kita tidak pernah benar-benar
membiarkan diri kita dengan kesadaran penuh berada disaat sekarang ini.
Anda akhirnya seperti menjalani hidup pada suatu titik jauh dimasa depan.
Kita hanya punya satu saat - saat sekarangini, disini. Bila kita melompati "disini" karena ketergesaan ingin sampai "disana", maka kita mengingkari seluruh jangkauan perasaan dan sensasi yang hanya bisa anda alami disaat sekarang.

Ini adalah tantangan hidup sekarang.
Sejak zaman dulu guru-guru spiritual sudah bersusah payah mencari jawaban atas pertanyaan bagaimana kita bisa hidup pada momen sekarang - suatu tantangan yang sulit didunia modern
dimana kita terus menerus digoda oleh visi-visi tentang kegemilangan,kecantikan, kesuksesan, kemasyhuran atau harta yang lebih besar dan diserbu oleh citra-citra yang mustahil dicapai tentang bagaimana seharusnya kita berupaya menjadikan diri kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar